Bermanja pada Nabi Muhammad di Mekkah – Madinah

Rasulullah pernah bersabda bahwa beliau memiliki kekasih yang merupakan penduduk suatu negeri.

Sampai membuat para sahabat pun ingin meniru kekasih tersebut. Setelah telaah para ulama negeri yang dimaksud adalah Indonesia..

Maka saya pun menagih janji Rasulullah di Mekkah-Madinah…saya menjadi anak nakal dan manja di sana…karena tahu Rasulullah sangat mencintai kami bangsa Indonesia…

Jadi saya pun banyak sekali meminta, diantaranya:

1. Ya Rasulullah, aku minta makan darimu – yang engkau doakan – walau aku tidak lapar, dan aku minta hadiah darimu walau mampu beli…

Akhirnya melalui para ahlul bait keturunan nabi saya dapat kurma, manisan, dan siwak ….Alhamdulillah

2. Ya Nabi aku mau ke rRaudlah sambutlah aku, permudah lah. Alhamdulillah di Raudlah dapat shof paling depan dan lega bisa sholat 3 kali.

3. Ya Rasul, aku ingin mendekat ke makammu tapi itu ada yang jaga, kami gak boleh mendekat. Langsung dijawab doa itu, penjaganya lengah dan saya bisa mendekat ke makam nabi di sisi dalam Raudlah. Pada kesempatan yang lain memvideo di sekitar makam.

4. Ya nabi bantulah aku mendekat dan mencium kKakbah, sholat di Hijir Usmail, dan sholat di Maqam Ibrahim. Terjawab, saya bisa sholat di tempat-tempat mustajab itu bahkan ada kesempatan memeluk kakbah sekitar 30 menit lamanya…

5. Ya Nabi, mana para dzurriyatmu, aku ingin mensedekahi mereka walaupun hanya beberapa permen. *Sambil menjulurkan genggaman tangan penuh permen. Tiba-tiba ada serombongan cewek arab bercadar, cantik banget walau keliatan bagian mata doang…mereka menyambar permen yang ada di tangan saya…
Iya pantesan cantik, mereka cerminan sayidati Fatimah Zahra.

6. Ada permintaan rahasia lainnya yang dikabulkan Nabi Muhammad…bukti Rasulullah sangat sayang pada kita…
Saya menjadi anak nakal di sana karena tahu Nabi sangat menyayangi kita…

Mendoakan Para Jomblo di Jabal Rahmah

Jabal Rahmah tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa…
Di sini sudah saya doakan para Jomblo Indonesia agar segera dinikahkan dan dikawinkan dengan pasangan yang membahagiakan dunia akhirat atas syafaat Rasulullah Muhammad…

Para jomblo aka lajang aka single se Indonesia yang muslim apa pun aliran agamanya apa pun mahajnya sudah aku doakan di Masjidil Haraam…

Aku bilang: Ya Rabb Ya Dzal Jalali Wal Ikram, Ya Rasulullah dengan bertawassul padamu – aku minta nikahkan kawinkan dan jodohkan – para lajang para jomblo para single di Indonesia…

Bagi wanita berikan syafaatmu agar mereka kembali memiliki kesadaran akan kodratnya sebagai wanita, kembali memiliki sikap keibuan dan patuh pada suami…

Seperi Ibunda Agung Khadijah, Aisyah, Fatimah, Maryam, Asiyah dan para jemaah wanita yang paling awal membuka pintu surga….

Ya Rasulullah Muhammad SAW, berikan syafaatmu agar kami kaum lelaki sempurna kejantanannya, sadar akan tanggung jawab seorang ayah, dan sabar menghadapi isteri agar mampu membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah…bahagia dunia akhirat…

Tunjukkan kami jalan Ahlu Sunnah Wal Jamaah
Aamiin Ya Rabb
Aamiin Ya Rabb
Aamiin Ya Rabb
Ya Dzal Jalali Wal Ikram….
Kami berdoa menggunakan Ismul A’dzom berikanlah janjimu Ya Allah kabulkanlah…
Kami telah bersholawat padamu Ya Rasulullah berikanlah syafaat bagi kami

Merasakan Perjuangan Siti Hajar

Entah mengapa di dalam hati minta begini:
Aku bertawassul pada Ibu Siti Hajar saat Sa’i, izinkan aku merasakan apa yang beliau rasakan.

Ajib…mungkin nanti bagi kalian yang umroh jangan diniatkan begitu…

Karena kaki berubah jadi sangat sakit dibawa jalan, seperti berjalan di atas kerikil yang tajam. Kecepatan berjalan hanya bisa setara ibu-ibu tua sekitar usia 60-70 tahun…

Perasaan di hati penuh kecemasan. Tiga kali umroh baik mengambil Miqat di Masjid Bir Ali, Ji’ronah, dan Hudaibiyah tetap dirasakan sakit dan cemas saat Sa’i…

Betapa berat perjuangan Siti Hajar saat Ismail masih bayi dan kehausan…Beliau lari ke sana ke mari walau kakinya sakit dan lelah dalam kecemasan demi anaknya yang kehausan…

Akhirnya perjuangan itu dijawab oleh Allah, yakni kaki Nabi Ismail menendang pasir gurun sehingga keluar mata air Zamzam…

Saya sendiri merasa puas walau kaki terasa sangat sakit. Karena telah diizinkan oleh Allah merasakan perjuangan yang dihadapi Siti Hajar.

*Anehnya rasa sakit di kaki saya hilang di sepertiga malam yakni saat beribadah shalat tahajud sekitar pukul 01.00-04.00 dini hari.

Setelah adzan fajar, kaki balik lagi sakit. Lalu ketika adzan subuh jadi full kembali sakitnya. Pulang ke tanah air hilang sakitnya.

Berkumpul usai Sa’i di Bukit Marwah

Keanehan Tempat Lempar Jumroh

Walau lewat doang mending kita bawa batu kerikil dari musdalifah,, itu kayaknya jin tua-tua masih ada di situ (tempat lempar jumroh)…Kalau kita bawa kerikil itu mungkin pengapesan bagi kekuatan mereka…

Soalnya aku lewat situ leher tiba-tiba kayak dicekik tenggorokan kering sakit gak bisa nafas… Baca doa apa pun gak mempan karena panik…Rasanya udah sakratul maut…

Akhirnya buru-buru ngeluarin hape pasang headset dan putar mp3 kidung ciptaan Sunan Kalijaga…(Wahyu Kolosebo, Rumekso ing wengi, Lingsir wengi). Tapi juga ada playlist Sholawat Badar, dan Bismillahiladzi La Yadurru.

Akhirnya secara berangsur nafas lega kembali…Tapi panik lagi saat itu soalnya hape lowbatt…jadi langsung matikan data seluler…

Berdoa segera sampai di dekat masjidil haram tempat yang terlindung. Alhamdulillah sampai juga…dan di dalam hati berterima kasih pada Sunan Kalijaga…walaupun orangnya sudah tidak ada…kidung pujiannya kepada Nabi Muhammad tetap diijabah oleh Allah…walau dibawakan orang lain…walau hanya mp3…saking diciptanya kidung itu dari sosok manusia yang paripurna keimanan dan ketakwaannya.

Gak bisa kita melupakan jasa-jasa Wali Sanga, bahkan sampai sekarang kita masih bisa minta bantuan pada mereka termasuk sambung doa perlindungan pada Allah dari doa peninggalan mereka yang berwujud kidung…Al fatehah.

Saya dengar info, nanti saat hahi batu kerikil untuk lempar jumroh disediakan panitia sana. Tapi saya merekomendasikan mending cari batu kerikil sendiri di Musdalifah. Karena batu kerikil dari sana yang sakti, karena ada keberkahan tanah Musdalifah.

Berlindung dari Musuh Allah

Nabi Muhammad ketika terancam dibunuh, menyuruh Ali menyamar sebagai dirinya dan tinggal di rumah nabi, tidur berselimut.
Sadar rumahnya dikepung musuh Allah, beliau membaca doa yang ada di Al quran Surat Yasin…

Surat Ya Sin Ayat 9

وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
Sehingga mereka lengah dan tertidur.

Kemudian Nabi mendatangi Abu Bakar untuk kemudian mengungsi dan bersembunyi di Goa Gunung Tsur. Selanjutnya peristiwa Hijrah dari Mekkah ke Madinah terjadi.

Aku membaca doa yang sama selama di Mekkah – Madinah, dan mereka lengah kepadaku. Setelah membaca itu saya jadi leluasa mendekati dan dan berziarah di makam nabi, sholat di Maqom Ibrahim. Padahal orang lain diusir saat melakukan hal yang sama.

Kalian tahu mengapa ada pihak yang melarang Yasinan? ya karena ada doa itu yang bisa melemahkan musuh Allah.

Mengapa saya membaca itu di Mekkah – Madinah? Karena saya menghayati satu ayat Al Quran. Surat At Taubah (9) ayat 101.

وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ

101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

Apakah Kalian Melihat Sesuatu?

Saya adalah Jamaah Umroh Grup 87 (9 hari) dari salah satu travel di Kota Kraksaan. Perjalanan Umroh kami mulai 28 Januari 2020 sampai 5 Februari 2020

Author: admin

Sanguinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *