Seting 2 Pilar Performa Mesin Motor Part II

Honda City Sport One (CS1) adalah motor dengan basis mesin yang sama dengan Nova Sonic RS 125 dan CBR 125. Namun dibangun dengan grade (kelas kualitas) material dan setingan yang berbeda.

Kali ini kita mencoba untuk membuka kunci potensi CS1. Caranya dengan mengupgrade tiga pilar performa. Apa itu? sederhananya kita sebut 3B, yaitu boros, berkobar, dan brong (plong).

Tapi kali ini kita hanya mengupgrade 2B, yakni boros dan berkobar. Karena untuk upgrade Brong butuh dana yang tidak sedikit dengan membeli knalpot racing full system.

Pilar 1: Boros

Perlu diketahui bahwa karburator CS1 adalah Keihin AVK 28, artinya memiliki venturi 28 mm, terbesar di kelasnya. Bandingkan dengan karbu Tiger 200cc yang ukurannya 26 mm, dan satria f150 yang juga 26 mm. Tentunya sudah ada nilai plus untuk diupgrade, tak perlu ubah karbu cukup ganti spuyer (sprayer).

Venturi karburator CS1 yakni tipe Keihin AVK28 memiliki ukuran 28 mm.

Karena dia tipe mesin putaran tinggi (hi rev) maka kebutuhan upgradenya hanya main jet.

Kenapa gak pasang pilot jet besar?? Karena knalpot masih standar, lubang kecil, tidak plong. Kalau dikasih pj besar malah ngokk, brebet, megok, atau apalah istilahnya. Tolong jangan bandel/kekeuh masalah ini.

Knapa pakai pilot jet besar? Karena pakai knalpot brong atau racing. Sehingga gas buang gampang lolos, ruang bakar jadi terbaca kering lean. Kalau maksa gak naikin pilot jet, maka akan ngempos akselerasi dan nembak2, mesin cepet panas

(Kembali ke laptop) Maka saya putuskan nekat pakai Main Jet ukuran 115 (Mj115) milik CBR150 (KPP) monoshock tapi yang KW. Karena main jet cs1, cbr, sonic, dan NMP ukurannya spesial, tiga jenis motor itu bisa saling pakai.

Dari kuningan wujud Mj (kiri) dan pj Honda CS1.

Kenapa tidak pakai main jet cbr/sonic original? mahal dipasaran, 1 main jet dibandrol Rp 95-130 ribu. Sementara mj CBR KW tinggal kita beli repairkit aftermarket saja dengan harga Rp 40 ribu di OL shop.

PERHATIKAN!!! di Bukalapak ditulis sebagai Repair Kit Karbu CB150R.
 CBR150 mj#115 dan pj#35

BALIK lagi ke main jet CBR. Apa gak kebesaren, mj cs1 kan 108 sementara mj CBR ukuran 115? saya telah mempelajari ternyata CBR125 eropa standarnya butuh mj 118. Maka bisa dibalik logikanya, mj 115 di karbu standar cs1 yang udah racing itu pasti bisa juga. Sing penting yakin.

Setelah dicoba ternyata bisa! (pasang mj 115 saja, sisanya tetap jeroan karbu cs1). Hanya saja harus buka saringan filter udara. Kotak filter tetap terpasang dan tutup filter terpasang namun diberi celah.

tutup filter dipasang tapi setiap baut diganjal dengan ring. Sehingga tutup filter gak bisa rapat masih menyisakan celah 2 mm. Hal itu membantu angin gampang masuk.

 

Cara mengganjal tutup filter dengan ring. Setiap baut harus diganjal ring agar menghasilkan celah yang bagus

Pilar 2: Berkobar

Dalam pilar ini kita upgrade kelistrikan yang bikin pengapian pembakar BBM jadi tangguh. Pertama saya pakai Ferrite bead atau gelang ferromagnetic, harganya di OL shop hanya Rp 4.000-7000 per pcs. Lalu 1 buah diklip ke kabel busi, 3 buah di kabel positif (+) aki, 1 buah di kabel pulser deket blok kiri.

Gelang ferrite atau ferrite bead untuk membuat lecutan jadi kurus/tipis dan fokus

Alasan memakai ferrite yakni membuat lecutan busi jadi kurus tipis, hal ini sangat baik bagi topspeed. Ini harus diingat.

Efek penggunaan ferrite terhadap lecutan listrik. Credit: Wenda Widodo

Kemudian untuk mendongkrak pengapian, saya juga beli “volt stabilizer aki”. Ini sebenarnya elco atau kapasitor. Karena saya gak paham kelistrikan maka saya beli di OL shop harganya Rp 85 ribu. Dipasang, tinggal dibaut ke kutup positif dan negatif aki.

Contoh volt stabilizer yang dijual di pasaran dan terpasang di aki motor Honda CS1

Jika Volt Stabilizer dirasa kurang murah, bikin sendiri saja. Beli kapasitor atau elco di toko elektronik atau online. Kapasitas 10.000 uF dan 50 volt. Harga di Bukalapak Rp 15 ribu, ongkos kirim Rp 10.000. Rangkai dengan kabel sedemikian rupa untuk disambung ke aki. Kutub positif elco ketemu positif aki, kutub negatif elco ketemu kutub negatif aki. Cara buat volt stabilizer

Elco/kapasitor merk rayden yang terpasang di Shogun 110

Busi, memakai Denso u20 (Supra X), NGK cpr6 (supra x) atau NGK cr7e (Xeon RC). Atau juga memakai Busi Champion RG4HC. Ini berarti businya turun heat range 1 sampai 2 tingkat. Knapa? karena mesin stel boros jadi dingin, jadi perlu busi panas yang mampu memulai pembakaran lebih mudah.

Busi NGK CR7E yang bisa diadopsi dari Yamaha Xeon RC. Ingat hafalkan kode, ketika beli jangan bilang “beli busi Xeon RC”, karena nanti bisa saja diberi tipe berbeda

Hasilnya Bikin Nyengir

Ternyata dengan semua setingan itu, rpm bisa cepat naik, power dan torsi terasa meningkat, di jalanan jadi pengen ngebut terus. Tapi bbm agak boros. Ingat harus terima konsekuensi boros itu, kita hidup di dunia yang fana jadi ada sebab-akibat.

Tapi saya puas dengan modif performa ini, karena bakal lebih aman dibabding harus stroke up atau bore up. Bisa dibilang ini konsep modif murmerceng alias murah meriah kenceng.

Jangan lupa artikel lainnya:

Pasang Dobel CDI Berbeda, Ori Honda CS1 KWC dan Mio Karbu 5TL

 Tambahan foto, credit foto, Uno CS1

tanda nomer 1 adalah main jet (Mj) New Mega Pro (NMP)

 

Ferrite bead tipe klip dipasang di kabel + aki dan busi. tongolan ngarah ke aki atau ke busi

 

Karbu CS1 tampak atas

 

posisi main jet dan pilot jet

*Artikel ini tidak dipasangi iklan. Namun jika ada yang berkenan menyumbang untuk pengembangan website, bisa transfer ke Bank Jatim No Rek 0136057031 an Rahmat Hidayat.

Author: admin

Sanguinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *