Menduga Derajat Pengapian Jupiter Z

Suatu cara untuk mengetahui derajat pengapian ialah dengan cara mengukur derajat tongolan pick up pulser di magnet juga sudut antara sensor pulser, tongolan dan panjang tongolan.

  1. Jarak antara sensor pulser dan ekor (tail) tongolan pick up pulser adalah nilai derajat pengapian idle. Atau kondisi rpm rendah tanpa beban biasanya 1000-1500 rpm
  2. Jarak antara ujung/kepala (lead) tongolan pulser ke sensor pulser adalah nilai derajat pengapian advance. Biasanya angkanya besar untuk kuat menggenjot beban dimulai di rentang 4000-7000 rpm.
  3. Panjang tongolan pick up pulser setelah dikonversi menjadi derajat, maka nilai itu merupakan derajat pengapian di rpm tinggi. Biasanya nilainya lebih rendah dari nomor 2.

Contoh pada Honda GL Pro

  1. Jarak sensor pada trailing pulser adalah 15°. Berarti derajat pengapian Idle berada di 15°BTDC.
  2. Jarak sensor kepada lead pulser adalah 41° yang berarti derajat pengapian rentang 4000-7000 rpm adalah 41°BTDC
  3. Panjang tongolan pulser setelah dikonversi ke derajat adalah 30°. Ini berarti pengapian diatas 7000 rpm sebesar 30° BTDC.

Nah, ternyata nilai 41°BTDC dan 30°BTDC itu terekam di kode part CDI.

Bingung Setelah Ketemu Pulser Panjang?

Jupiter ternyata bikin kaget ketika dihitung derajat pick up pulsernya. Nilainya sangat besar, mustahil ada pengapaian seperti itu.

Coba kita lihat

  1. Jarak tail pulser ke sensor 10°. Berati derajat idle 10°BTDC.
  2. Jarak lead pulser ke sensor 70°. Berarti derajat pengapian advance di 4000-5000 rpm berada di 70°BTDC. Agak mustahil, karena itu wilayah pengapian dunia balap NHRA. Jika bensin harian dan setingan pernafasan harian bisa knocking. Nanti kita bahas.
  3. Panjang pulsernya 60°. Alamak bisa tambah knocking jika 50°BTDC di rpm tinggi.

Ternyata Tidak

CDI Jupiter Z sudah semi digital, yaitu ada IC terprogram di dalamnya. Tanda dia semi digital yaitu gampang rusak jika dipasang tanpa Aki. Karena sistem IC gak kuat low voltage.

Nah, di CDI Jupiter Z sudah diprogram untuk mendelay derajat pengapiannya.

Diduga untuk pasar Indonesia

  1. Pengapian idle di 10°BTDC.
  2. Pengapian advance 4000-5000 rpm di 36°BTDC.
  3. Pengapian di putaran mesin tinggi berdasar panjang pulser 60°=15°+15°+15°+15°. Namun setiap 15°itu oleh IC CDI ditambahi sesuai program. yakni 15° pertama didilatasi jadi 35°BTDC. Namun bertahap turun yakni 15° kedua didilatasi jadi 34°BTDC, 15°ketiga didilatasi jadi 33°, 15° keempat didilatasi jadi 28°. Itulah fungsi pulser panjang agar IC bisa membaca bertahap.
  4. Jika kita potong ekor pulser 14 milimeter. Maka 28° tereliminasi sehingga sampai limiter dia tetap 33°.

Itulah alasan dalam video ini ekor pulser dipotong.

*data jupiter 36° ini didapat dari referensi orang, mungkin sudah melihat pake cara “light timing”

Sayangnya tidak terekam pada kode partnya.

Kemudian hasilnya seperti ini

Demikianlah dugaan derajat pengapian Jupiter. Ukuran pulser yang begitu berati ada potensi besar Jupiter z bisa diprogram pengapian sampai nilai 45°BTDC (70 gak mungkin) misal untuk drag race, karena pulsernya mendukung itu.

Nah, Derajat pengapian Fino 5VV dan Jupiter X1 5TN berapa ya? mungkinkah main 40 atau 41 seperti CBR 150 thailand?

Pembahasan yang Berkaitan

Author: admin

Sanguinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *