Susi dan Nelayan Probolinggo

Alhamdulillah terima kasih sudah ada yang mengupload video ini. Jujur sempat baca di berita-berita online beberapa waktu lalu sekitar Februari 2018 terasa kurang jelas. Terkait apa yang dibicarakan bu Susi dengan para nelayan cantrang dan apa maksudnya tak secara gamblang digambarkan.

Mencoba menafsirkan berdasarkan daya tangkap, rupanya seperti ini:
Masalah 1:
Nelayan tradisional Probolinggo merasakan tangkapan ikan sangat minim. Akhirnya mereka menggunakan jaring cantrang atau semacam pukat harimau atau jaring yang bisa menggaruk banyak ikan karena memang fitur lubang jaringnya kecil. Sehingga ukuran ikan kecil juga tergaruk. Pada kelanjutannya, mereka sudah terbiasa memakai itu dan merasa hal itu normal.

Masalah 2: Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Bu Susi gak setuju nelayan pake cantrang. Karena anak dan bayi ikan akan ikut tertangkap sehingga regenerasi ikan sulit, lama, bahkan terancam punah.

Masalah 3: Nelayan gak setuju dengan larangan bu Susi ini. mereka merasa kebijakan itu menurunkan pendapatan nelayan. Karena dinilai jika ikut regulasi tangkapan minim, logikanya jika jaring sesuai regulasi lubangnya lebar banyak meloloskan ikan. Nelayan sempat unjuk rasa di Jakarta, menolak. Akhirnya Bu Susi membolehkan sementara waktu, ada  dispensasi waktu.

Solusi 1: Bu Susi selaku menteri KP datang lagi beberapa waktu setelah kasus unjuk rasa Jakarta. Dia ngasih pemahaman. agar nelayan jangan takut jatuh miskin akibat regulasi itu.  Pasalnya, populasi ikan sudah meningkat beberapa kali lipat. Jadi di zaman now ini, pemerintah telah bekerja keras menaikkan populasi ikan di laut. Maka KKP telah menghitung, walaupun nangkap pake jaring biasa hasilnya sama dengan pakai cantrang. Kok bisa populasi ikan nambah? karena kapal asing yang mencuri ikan 1000 ton sekali jalan udah dibom, udah ditenggelamkan.

Simulasi:
a. Populasi ikan sedikit+cantrang=50 ton ikan
b. Populasi ikan banyak+jaring biasa=50 ton ikan
ini yang ingin disampaikan Bu Susi.

Solusi 2: Nelayan akan dipinjami duit untuk nyicil freezer, pembeku ikan. Biar mereka bisa melaut jauh dan berhari-hari tanpa takut ikan busuk (buduh). Kredit akan diupayakan bunga ringan dari bank BUMN. Pinjaman ini hanya bisa dilakukan bagi yg memiliki kartu nelayan.

Kesimpulan:
Jadi Bu Susi itu mengharapkan 2x (dua kali) faktor penambah keuntungan nelayan tapi cara-cara yang ramah lingkungan.

Simulasi Bu Susi:
Solusi1+Solusi2=100 ton ikan

Jadi para nelayan Probolinggo mari pahami dan bersama menuju sukses yang lestari seperti arahan Bu Susi Pujiastuti.

Author: admin

Sanguinis

2 thoughts on “Susi dan Nelayan Probolinggo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *