Antara Ilmu dan Keuntungan

Banyak orang berlangganan Telkom IndiHome, mau buka usaha Wifi Corner tapi gk paham Mikrotik, alhasil pakai metode satu Access Point dan Satu Password untuk semua.

Jadi, dia pakai metode manual, tiap 24 Jam (Tiap Pagi) password Wifi diganti. Passwordnya rahasia, hanya Operator yang tau, dia yang bantu mengkoneksikan (Input Password Wifinya).

Tapi dia tidak tau kalau beberapa Smartphone tertentu seperti Xiaomi dengan MIUI-nya bisa sharing Password Wifi pakai QR Code. Satu orang bayar, sisanya dia bagikan ke teman-temannya secara gratis.

Tarif di Desa saya Rp 2000/Device sepuasnya selama 24 Jam, Bandwidth tidak dibatasi, full access 10 Mbps (Tergantung paket IndiHome yg dipakai pemiliknya).

Memang goblok banget menurut saya, rusak pangsa pasar disini, orang yang ngerti Networking jadi sulit masuk,,, soalnya kita pakai Mikrotik bisa bikin User Pass per Device, pakai sistem Voucher, bisa membatasi Bandwidth, bisa membatasi waktu akses, dsb dengan tarif yang lebih fair, karena ada biaya-biaya diluar tagihan IndiHome tiap bulan !

Apa-apaan 2000 rupiah akses wifi sepuasnya 24 Jam !, 1000 rupiah saya rasa masih fair lah. (Sumber: teman FB 2018)

Internet

Ini maksudnya apa? Maksudnya jualan internet tapi kurang pengetahuan. Sehingga tidak bisa mengoptimalkan (bedakan optimal dan maksimal) laba, bahkan bisa merugi karena dicuri kuotanya dengan cara hack. Jadi memang harus belajar lagi. Jika ingin meraih duniawi maka dengan ilmu, begitulah pepatah mengatakan.

Maka banyak belajar tentang cara-cara mengoptimalkan sebuah proses usaha jual beli barang/jasa. Namun tetap perhatikan kaidah-kaidah yang baik. Karena kejujuran adalah mata uang yang paling laku di dunia.

Saya jualan barang A dengan harga Rp 100 ribu (padahal biaya produksi Rp 10 ribu) dengan ini performa motormu akan meningkat sekian daya kuda. Alat ini diracik atau dirakit dengan teknologi rahasia. (Sumber: Iklan FB)

Hindarilah membeli barang-barang seperti ini, karena barang itu overpriced (dijual jauh sangat mahal dari biaya produksi). Memang ngaruh tapi kecil, namun ada cara untuk buat sendiri asalkan kita tahu prinsipnya. Carilah artikel berbahasa inggris pasti ketemu cara-cara membuatnya. Jangan jual barang dengan spesifikasi ghaib gitu, itu juga bagian dari tidak jujur.

Pinter engineering, lalu dia tahu suatu fungsi bahan tertentu bisa mendongkrak performa sebuah sistem.
Lalu dia tutupi pengetahuan umum tentang bahan itu dia bungkus sebagai hal “magic” dan menjualnya sangat mahal.
padahal di pasaran bahan itu dijual bebas dan harganya murah…
Tuhan, kok seperti itu kelakuan oknum engineer Indonesia…
Dan yang bersedia membeli ternyata tipe orang yang punya kesempatan luas mengakses info mengenai bahan itu…
tapi tidak dilakukan karena dia merasa punya dana dan ingin produk yang tinggal bawa pulang..
*seandainya kejujuran itu ada
*seandainya kemauan belajar dan berusaha itu ada

*Artikel ini tidak dipasangi iklan. Namun jika ada yang berkenan menyumbang untuk pengembangan website, bisa transfer ke Bank Jatim No Rek 0136057031 an Rahmat Hidayat.

Author: admin

Sanguinis

1 thought on “Antara Ilmu dan Keuntungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *