Tips Merawat Motor Metik Bagi Ibu-Ibu

Sudah populer dan tidak dapat dipungkiri jika wanita terlebih yang berstatus ibu-ibu doyan memakai motor metik alias Continous Variable Transmission (CVT). Alasannya mudah dikendarai.

Namun pada praktiknya saat mulai masa perawatan seringkali wanita jadi sasaran empuk bagi oknum mekanik nakal. Yaitu agar mereka keluar uang banyak untuk penggantian part yang sebenarnya tidak perlu. Tapi namanya wanita kan gak ngerti ya, jadi iyain aja biar cepet.

Salah satu pasar kaget, terlihat metik lalu-lalang dan terparkir

Langsung saja, kita tilik beberapa hal penggantian part dan service

Penggantian oli

Jika memakai oli yang umum khusus metik maka umur penggantiannya 2000 kilometer atau diperkirakan  2 bulan bagi ibu-ibu yang jarang bepergian atau hanya jarak dekat.

Ada suatu trik yang membuat motor metik lebih awet dan membuat masa pergantian oli lebih lama yakni menggunakan “Oli Mobil”. Oli mobil lebih kuat melumasi, lebih licin, dan tahan lama tapi harga lebih mahal. Kira kira yang umum di pasaran harga Rp 60-80 ribu. Bisa diganti setiap 4000 km atau sekitar 4 bulan bagi ibu-ibu.

Jika motornya pakai radiator seperti vario 110 tekno, vario 125-150, xeon 125, nmax, pcx, bisa tambahkan air radiator setiap ganti oli ya palingan butuh sedikit saja sekitar 50 ml untuk memastikan reservoir penuh, biar motor gak kegerahan.

Oli mobil Total Quartz 5000 dan air radiator Top 1 Power Coolant.

Saat penggantian oli hendaknya diikuti dengan pembersihan filter udara, yakni dengan disemprot kompresor oleh bengkel

Wujud filter udara yang harus dibersihkan rutin

Penggantian Oli Gardan

Oli gardan ini, oli gir atau gigi penggerak. Dia butuh dikit tapi penting. Biasanya ganti setiap 8000 km atau buat ibu-ibu sekitar 1 tahun sekali. Takaranan dan cara memasukkan silahkan langsung pada mekanik/bengkel kepercayaan. Tapi tipsnya: oli gardan juga bisa diisi oli diesel gak harus oli gardan khusus metik.

Pemasangan oli gardan metik. credit: Autos.id

Penggantin Vanbelt atau Sabuk Penggerak CVT

Vanbelt adalah sabuk melingkar yang menjadi penyalur gerak antara mesin dan roda. Jika ini rusak gak akan bisa jalan, kalo putus di jalan juga bisa bahaya, tiba tiba kita kehilangan kekuatan gerak.

Vanbelt motor metik saat dibuka oleh mekanik. credit: kupasmotor.wordpress.com

Sebaiknya diganti setiap 25.000 kilometer atau bagi ibu-ibu yang jarang bepergian diperkirakan sekitar 3-4 tahun. Sebaiknya saat ganti vanbelt ganti juga dengan roller CVT. Karena biasanya part ini udah gepeng.

Roller CVT saat terpasang pada mangkok CVT-nya. Credit: Otozones.blogspot.com

Ganti Kampas Kopling dan Kampas rem

Ini main perasaan, biasanya kalo sudah dirasa tarikan loyo banget dan motor bergetar (gronjal) saat awal jalan bisa dipastikan kampas kopling aus. Namun jika diukur waktu, diperkirakan ganti kampas kopling untuk setiap 7 tahun bagi wanita dan ibu-ibu.  Sementara ganti kampas rem diperkirakan 5 tahun sekali.

Kampas kopling dan rumah kopling pada metik. Credit: Enterindo.blogspot.com

Ada gak yang lebih simple…?

Penulis menyadari kaum wanita terutama ibu-ibu cenderung awam tentang mesin dan gak mau ribet soal itu. Jadi ada suatu cara agar jaga matic tetap prima.

“Ganti oli dan bersihkan filter udara setiap 2 bulan,” 

wes itu saja yang perlu diperhatikan demi tidak ribet. Kalau ada suatu kejadian motor rewel di jalan tinggal minta bantuan kaum adam.

Author: admin

Sanguinis

5 thoughts on “Tips Merawat Motor Metik Bagi Ibu-Ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *