Logika Kabel Setan Tinned Copper, Bisa Buat Sendiri

Saat ini beredar kabel ajaib yang bisa mendongkrak performa motor, alias naik daya kuda sedikit. Namun kita gak akan membahas itu karena penjualnya gak ngasih tahu isi daleman kabelnya.

Produk yang dibahas adalah Kabel “jago” yang di pasaran disebut Tinned Copper. Bisa kita bahasakan secara awam sebagai kabel tembaga sepuh timah. Sebenarnya penyepuhan timah digunkan untuk mencegah korosi pada tembaga. Namun beberapa referensi menyebutkan ada efek booster, jadi coba kita selami.

awalnya saya berpendapat begini:

Kabel tinned copper itu nampaknya kabel dengan bahan tembaga yang disepuh bahan logam lain.

saya sih curiganya itu logam Si-Al-O (keramik) atau Si-Al (kayak bikin diasil alusil).
atau formasi lain yang ikatan atomnya membentuk piramida.

artinya jika logam itu secara kristal, molekul, atau kimia membentuk bangun piramida.

maka dia punya efek seperti ferrite. membuat lecutan listrik menjadi tipis/kurus/fokus.
itu buat pengayaan rpm tinggi atau topspeed. peak power bergeser ke rpm tinggi. Iya dia sedikit mengurangi delay, artinya mempertinggi frekuensi arus listrik.

jikalau isinya silver tentunya mahal dong. saya cek di bukalapak murah Rp 5.200 per meter. pasti seller lain ada yg lebih murah

Namun hipotesis awal itu masih belum bingo …

Pendekatan Efek Nano Piramida (Enhance Material/Pyramid Power)

Namun setelah mencoba cari referensi ternyata dia hanya sekedar “sepuh timah”. Akhirnya penulis cari lagi referensi ternyata timah ada juga yang membentuk ikatan piramida jika bergabung dengan logam lain. Jadi kembali di pikiran penulis terbesit itu bahan penyepuh alloy timah, yang membentuk kristal piramida atau ikatan atom piramida. Sementara piramida adalah bangun yang bisa menyerap energi alam dan membooster energi di sekitarnya. *Butuh studi lebih lanjut

Ada juga yang menyebutkan: bahan timah solderan ada yang kualitas tinggi ada yang kualitas rendah. Jika merakit perangkat audio tidak pakai kualitas tinggi itu hasilnya bisa jelek. Jadi kecurigaan semakin kuat, timah kualitas tinggi adalah yang dicampur zat lain sehingga membentuk ikatan kimia piramida.

Pendekatan Efek Grounding

Kemudian ada pendekatan lain untuk memahami kinerja tinned copper, kenapa dia bisa membooster. Yaitu  tin/timah beda konduktansi dengan copper/tembaga. Artinya ada efek grounding dalam kabel itu sendiri. Dia bisa dipandang sebagai kabel juga groundingnya. Karena beda konduktansi efeknya sama dengan groundstrap

Salah satu wujud groundstrap dan penerapannya sebagai grounding kabel busi Pendekatan lain juga ada, yakni berdasarkan salah satu referensi: https://procab.be/cable-properties/d/stranded-tinned-copper

Tin also helps to strengthen the copper wire, making it more resilient to breakage or lost connections, at the same time boosting the coppers conductivity.

Artinya: Timah juga membantu memperkuat kawat tembaga, membuatnya lebih tahan terhadap kerusakan atau kehilangan koneksi, pada saat yang sama meningkatkan konduktivitas tembaga.

The problem with the tin layer begins to show up as the frequencies on the wire get higher and higher. There is something called “skin effect” where the signal does not use the entire conductor. At DC (no frequency) the entire conductor is used. Then a tin layer is only a tiny percentage of the conductor and is a good trade-off to protect that conductor. As frequencies go higher and higher, less and less of a conductor is used, and so the tin layer, if there is one, becomes more prominent.
…..Not a good thing, as tin is not a very good conductor

Artinya: Masalah dengan lapisan timah mulai muncul ketika frekuensi pada kawat semakin tinggi. Ada sesuatu yang disebut “efek kulit” di mana sinyal tidak menggunakan seluruh konduktor. Di DC (tanpa frekuensi) seluruh konduktor digunakan. Kemudian lapisan timah hanya sebagian kecil dari konduktor dan merupakan trade-off yang baik untuk melindungi konduktor itu, karena frekuensi semakin tinggi dan semakin tinggi, semakin sedikit konduktor yang digunakan, sehingga lapisan timah, jika ada, menjadi lebih menonjol…… Bukan hal yang baik, karena timah bukanlah konduktor yang sangat baik.

Artinya, dia punya batasan yakni bagi kelistrikan frekuensi tinggi dia gak bisa menghantarkan dengan baik. Jadi disarankan bare copper alias kabel tembaga berpilin tanpa sepuh dan dipilih kemurnian tembaga yang tinggi.

Pendekatan Kualitas Bahan

Artinya kualitas tembaga juga akan mempengaruhi efek berganda dari sebuah sistem tinned copper. Tembaga yang murni akan menghantar listrik lebih baik. Ada yang lebih tinggi stratanya yakni main material silver/perak. Jenis ini diakui sangat bagus menghantarkan listrik namun harga mahal. Tapi kata temen ane yang suka garap audio, ada kabel silver yang cuma beberapa sentimeter dijual Rp 4.000 rupiah. Apa bener?

Pendekatan Efek Berpilin

Menurut seorang tokoh dunia elektronik motor, kabel tembaga yang serabut berpilin memiliki efek dwelling time dibanding kabel lurus. Jadi ada manis-manisnya kabel itu. Tapi itu gak bisa diukur dengan AVO meter, karena berhubungan dengan oscilasi, energi ikutan seperti plasma dan korona, juga materi bentukan akibat energi itu yakni ozon. Jadi memang memperbesar energi sih tapi agak lambat bergerak listriknya (dwell). Biasanya efek ini bikin aksel saja yang naik, topspeed malah turun.

Tinned Copper yang dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 5000 per meter

Pendekatan lain, sepuhan timah pada tembaga bisa diibaratkan pipa untuk saluran air. Begitu air dialirkan dengan tekanan tinggi tidak akan bocor di jalan, namun keluarnya air di ujung pipa semakin deras. *Butuh studi lebih jauh. Efeknya bagaimana? Penggunaan kabel tinned copper di motor, yang dipasang antara ECU dan koil terbukti meningkatkan performa seiprit.

Dynotest Vario 125 sebelum pakai tinned copper. Credit: Ade Hermawan Prasetya
Jadi menurut Ade Hermawan Prasetya metodenya beberapa kali ulangan dynotes baik sebelum dan sesudah. Didapat hasil kenaikan tenaga 0,5 daya kuda.

Besutan kabel tinned copper yang sudah dipasang skun rapi. Credit: Ade Hermawan Prasetya

Kesimpulannya, tinned copper bisa membantu konduktivitas listrik antara ECU dan Koil menjadi lebih baik. Dampak positifnya ada peningkatan tenaga motor dalam kasus ini motor injeksi. Karena injeksi bisa mengoreksi AFR. Kalau karbu harus stel lebih boros dulu. Baca juga:

Seting 2 Pilar Performa Honda CS1

Namun ada pertanyaan besar. Apakah tinned copper sama dengan Accent Wire di pasaran. Pasalnya produk itu digadang sebagai kabel setan atau kabel ajaib. Pertanyaan ini silahkan pembaca jawab sendiri.

Cara Buatnya?

Beli kabel Tinned Copper atau Bare Copper di online shop biasanya pakai ukuran AWG 18 atau kalau mau yang lebih besar ukuran maka nilai AWG-nya harus lebih kecil. Murah per meter sekitar Rp 5-10 ribu. Belum termasuk pin soket untuk merangkainya.

*Artikel ini tidak dipasangi iklan. Namun jika ada yang berkenan menyumbang untuk pengembangan website, bisa transfer ke Bank Jatim No Rek 0136057031 an Rahmat Hidayat.

Author: admin

Sanguinis

7 thoughts on “Logika Kabel Setan Tinned Copper, Bisa Buat Sendiri

  1. klo utk kabel bodi kendaraan secara umum….
    bagusan pake warna tembaga atau tinned copper ?
    bagusan pake serabut atau tunggal seperti instalasi listrik rumah ?

    karena saya ada kepikiran modif kabel bodi mobil jadul saya yg sudah mulai getas sehingga sementara ya tambal sulam asal mobil nyala aja

    1. dari analisis deduktif bro, sebuah analisis yang banyak diterapkan termasuk Sherlock Holmes banyak pakai metode itu. Intinya dia itu Kirologi yang tajam, ilmu kira kira yang tajam

  2. Apakah Accent Wire bisa kita buat
    Menggunakan Tembaga Putih 20awg Cable Tinned Copper.?
    Seperti yg di jual online tsb.?
    Berapakah panjang yang dipakai.?
    Berapakah Velocity kabel Tinner Copper.?
    Dihitung dr 1/4 lamda atau 1_2 lamda dr frekwensi berapa ya.?
    Saya jg jadi penasaran

    1. Bisa dari kabel tembaga putih 20 AWG…asalkan kabel itu isinya berpilin. Tapi lebih detil terkait lamda atau frekuensi gak tahu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *