Ada Apa dengan Shogun 110 Kebo ?

Shogun 110 adalah tipe mesin “high revving engine” (mesin kitiran tinggi) khas suzuki. Bisa dilihat dari spek panjang langkah/stroke yang nilainya 48,8 mm seperti Satria FU/FI, GSX 150 R/S. Secara kodrat memang mesin langkah pendek mampu dipaksa untuk berputar rpm (revolution per minute) sangat tinggi.

Kaligrafi Shogun. Shogun-SHG DevianArt

Selanjutnya akan dibahas apa saja hal pendukungnya yang membuat dia bisa mencapai topseed 120km/jam dalam keadaan standar dan 130 km/jam dalam keadaan tunning, padahal motor tua berkapasitas 110 cc. So, setidaknya pembaca bakal bisa menerapkan kharakteristik part tersebut di motor kekinian garapan lokal, yang kabarnya udah kena downgrade untuk menekan biaya produksi. Tidak bermaksud menggurui, hanya berbagi.

Pertama

Shogun punya per klep doble di setiap klepnya, hal ini memberikan reaksi buka tutup klep yang bagus sehingga kuat di RPM tinggi.

Gambar 1. Per klep ori Shogun kebo dengan doble per setiap klep.

Nah, bagi pembaca yang pengen punya per klep bagus hendaknya cari per dari motor lawas yang doble juga.
Kalo tidak salah yamaha cripton, kawasaki kaze, honda tiger per-nya ganda. Apalagi honda Sonic, per gandanya terkenal kuat daya bolak baliknya. Versi murahnya bisa pakai per klep CS1

Lebih lanjut bisa konsultasi ke bengkel tentang per-per yang lain yang sekiranya punya track record yang bagus. Dan jangan asal nyomot, tinggi per dan banyaknya ulir tiap motor beda, cari yang cocok.

Bisa juga pilih merk racing aftermarket macam merek CLD, TDR, Daytona, dll. Atau beli per tanpa merk produksi dari negara Swedia, bisa dicari melalui online shop.

Kedua

Shogun Kebo memakai noken as yang sudah didesain sedemikian rupa untuk mencapai efisiensi volumetrik. Kata forum sih lift noken as lebih besar daripada punya shogun 125.
Dan uniknya ane liat durasi untuk tongolan exhaustnya lebih besar dibanding intakenya.

Gambar 2. Noken as Shogun 110 Kebo. Kanan ori dan yang kiri KW.

Masih misteri sampai sekarang durasi noken as Shogun Kebo. Saya cari sampe pusing di google gak ketemu. Tapi saya menduka durasi IN 220° dan durasi EX 230° dan lift sekitar 5,xx mm mendekati 6 mm

Porting (Lubang Nafas)

Profil pengatur buka tutup klep pernafasan seperti itu masih didukung lagi dengan porting ataun lubang nafas intake/exhaust (in/ex) yang “pipih” di tengah seperti leher ular cobra.

Seandainya dia 4 valve pasti dipanggil Twin Swirl Combution Chamber (TSCC), ini namai sendiri aja jadi Single Swirl Combution Chamber (SSCC) hehe. Itu bikin udara yang masuk bergerak deras dan membentuk pusaran udara, jadi BBM+udara gampang teraduk (homogen). *mekanisme sama dengan Audi FSI, lihat video

Lalu silinder head kubahnya cekung banget, mendekati konsep Hemi-spherical, seperti di mesinnya Don Toretto Plymouth Hemicuda, jadi bisa pasang klep besar dan sudut klep bisa miring banget. Itu memberikan tiga manfaat: klep besar bikin udara banyak masuk, klep miring bikin udara masuk tetap deras karena kan belok dulu udaranya ke arah kemiringan itu, kubah cekung bisa bikin arah ledakan jadi lurus seperti lampu senter kena pantul di reflektor cekung senter itu.

Gambar 3. Silinder head atau Blok Kop Shogun Kebo.

Dan knalpot bawaan tipe “cyclone” tiga kali pembelokan. Namun ada pipa baypass, yakni yang hanya bisa dilewati gas buang kecepatan tinggi dan tekanan tinggi. Itu gak tahu gimana cara buatnya tapi kalau gak salah ada hak patennya. Jadi rpm rendah serasa mampet, rpm tinggi serasa lebih plong.

Ketiga

Shogun punya karburator yang terbilang “oke” dengan nilai kepresisian tinggi. Karena saat itu pesan Mikuni VM 17 dalam grade tinggi kali ya. Dengan karbu ini dia mengklaim power yang dihasilkan adalah 10 ps (beberapa bebek 125 cc cuma 9,8 ps tenaganya). Shogun 110, cuma kalah torsi saja dibanding 125 zaman now.

Gambar 5. Karburator Shogun Kebo tipe Mikuni VM17, dan pj mj ori SGP

Eh tapi Shogun Kebo di Vietnam dengan nama Viva 110R ternyata tenaganya 12 ps. Waduh, edian tenan, Vietnam unggul banyak. Setelah dilihat, karbunya lebih besar, mereka pakai Mikuni VM 22 (seperti yang dipakai Tornado GS, Satria 120 RU, dan RX 100 kalo tidak salah). Pantes…

Terkait main jet (mj) dan pilot jet (pj), Shogun Kebo ukurannya cukup besar dan presisi. Mungkin karena diproduksi akhir 90-an jadi masih japan yang buat.
Jettingnya pun terbilang boros pj 17,5 (setara Keihin 38)dan mj 90 (shogun new ramping lebih dicekek pj 15 dan mj? ada yang bilang 67,5). Kemudian bisa dibandingkan karburator bebek 125 terbaru ada yang cuma disuplai mj ukuran 75. Jadi ukuran suplai BBM Shogun kebo memang bisa ditiru untuk upgrade motor lain.

Hari gini gampang, bisa beli karburator racing Keihin PE, PWK, PWL. Mikuni VM ninja, Mikuni TM, dll. Tapi sesuaikan venturinya, motor 110 cc efektifnya antara 17-24 mm, diatas itu ngok biasanya.

Keempat

Konon Shogun kebo punye piston dan klep/valve yang terbuat dari material ringan tapi kuat, karena itu banyak diincar mekanik balap. Kalau servis Shogun kebo harus ditungguin dan diliatin, hehe.

Gambar 6. Klep/valve dan piston ori Shogun Kebo.

Piston pun lebih tinggi bubungannya dari shogun 125, alias lebih jenong.
Nah, sekarang banyak tuh yang jual piston racing yang jenong. Ada piston merk NPP, TKRJ, Uma Racing, Daytona, dll. Tapi yakin itu ringan dan gak mudah muai susut? Itulah pertanyaan yang harus pembaca jawab sendiri.

Klep titanium aloy pun ada yang jual sekarang, banyak yang nawarin di onlineshop. Weleh, kita tahu titanium itu logam anti peluru tapi lebih ringan dari baja.

Kelima

Kita pertegas lagi di sini, bahwa Shogun 110 memiliki profil stroke 48.8 mm seperti satria FU dan GSX, profil seperti ini adalah tipe mesin yang mengandalkan RPM atas atau power baru keluar di zona high rpm, profil sperti ini bisa dimaksimalkan sampai batas 14.000-an RPM. Jadi saran saja, kalau doyan ngebut pilih motor yang punya langkah pendek (short stroke) *sekitar di bawah angka 50 mm. Apa pun merknya, yang penting asoy ngebut.

Keenam

Shogun kebo punya CDI high limiter, katanya sih bisa dapet 13.000 rpm. Hal ini membuat mesin bebas bergerak sampai batas kemampuan mesin sendiri. Selain itu timing pengapiannya cukup agresif dan besar voltasenya. Menurut info yang dikumpulkan RYB derajat pengapian 10° btdc @1500 rpm dan 29° btdc @3.000-10.000 rpm.

Gambar 7. CDI ori Shogun Kebo buatan Shindengen Jepang

Bagi agan yang belom tahu, CDI ini adalah pengatur detak elektrik yang mengatur kapan busi menyala, sayangnya untuk motor-motor baru CDI memiliki pembatas/limiter lebih rendah misalnya pada 10.000 rpm m dia berhenti memberikan progress.
Rekomendasi: beli CDI yang programable beli yang PLUG N PLAY tapi ingat, tetap berikan limiter yang wajar, biasanya motor kekinian gak kuat dikasih limiter tinggi, bisa jebol.

Ketujuh

Selain itu Shogun kebo memiliki kampas, plat kopling, dan mangkok kopling yang bagus (pantesan mahal per satuan plat, kampas, dan mangkoknya) dan per kopling yang responsif (jenis per diafragma).  Bagi pembaca yang speed lover cukup mengganti kampas dan per koplingnya saja kalau pengen kenceng mengingat banyak sekarang yang jual per dan kampas racing.

Kedelapan

Shogun 110 adalah motor yang penuh roda gila (fly wheel). Roda gila itu biasanya berbentuk piring terbuat dari besi pejal. Fungsinya sebagai pemberat, biar jadi bandul yang mempertahankan gerak berayun. Istilahnya momen inersia. Manfaatnya bikin torsi naik dan enak dibawa rpm tinggi.

Terletak di gir noken as, ada roda gila kecil. Kemudian magnet spull bisa dipandang sebagai roda gila. Kemudian kopling sentrifugal bisa dipandang sebagai roda gila. Kemudian rumah kopling yang terintegrasi gir sekunder juga bisa dipandang sebagai roda gila.

Rumah kopling sentrifugal (kanan), dan rumah kopling matahari yang menjadi satu dengan gir sekunder yang segede gaban

Tambahan

# Motor ane udah tua gan, kompresinya udah turun, jadi untuk mengembalikan tenaga mudanya biasanya ane pasang “GENERATOR HIDROGEN” buatan sendiri.
Ane bikin pake gelas plastik dan sendok stainless sebagai anodanya. Cara kerjanya, air di setrum dengan listrik DC satu elektrode dialiri kutup positif (+) dan elektrode lainnya di kutub negatif (-).
Hal itu menyebakan H²O (air) pecah jadi H² (hidrogen) dan O² (oksigen). Hidrogen sendiri bisa dibakar. Kata anak jurusan kimia, namanya gas ledak.

Video generator handmade buatan ane, lumayan bisa menambah tenaga sedikit.

Demikian sedikit review dan tips dengan mengambil Shogun Kebo sebagai referensi. Semoga bermanfaat bagi pembaca semua. Salam satu aspal.

RYB bersama mekanik andalan dalam kolaborasi yang kompak.

Berikut juga ada sedikit rekaman mengatasi troubleshoot atau permasalahan di Shogun Kebo.

Video 1: Pencarian Masalah

Video 2: Solusi Masalah

Rumah kopling sentrifugal (kanan), dan rumah kopling matahari yang menjadi satu dengan gir sekunder yang segede gaban

Author: admin

Sanguinis

13 thoughts on “Ada Apa dengan Shogun 110 Kebo ?

    1. Gan mau nanya! Shogun 110 ane kemaren ngadat.usut2 ternyata eh… Spull generator nya kebakar (yg buat charge aki) otomatis setelah aki stumnya habis,motor ngadat. Karena darurat,ane oper tuh kabel PD soketnya.kabel yg msh hidup ane colok ke charge aki,mesin hidup jalan,meski lampu mati.yg ane mo tanya,kenapa lampu sein jd ikutan mati.apa emang gitu? Trus solusi buat generator ane gimana gan? Mesti di spull ulang ke tukang servis? Ato kudu beli spull baru?
      Makasih sebelumnya gan!

      1. iya sein mati karna gak dapet jalur massa. karna jalur pengisian berubah. Gulung ulang spull di bengkel dinamo solusi paling murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *