Ajaibnya Karburator Keihin VK28 CBR 150

Karburator Keihin VK28 adalah alat pengkabutan BBM yang tersemat di Honda CBR 150 tahun 2004-2009. Untuk pasar Eropa, dia melekat pada CBR 125

KEAJAIBAN yang dibahas ini menyangkut pemakaiannya di Honda CS1 (satu basis dengan Nova Sonic 125 dan CBR 125). Bebek sport besutan AHM ini memakai karburator yang mirip yakni Keihin AVK28. Angka 28 menunjukkan ukuran venturinya atau diameter mulut karburator yakni 28 mm.

Gambar 1. Karburator CBR 150 dengan venturi 28 mm dan saluran sinyal skep vakum berada di mulut karbu. Credit: M Hadi Natanegara

Perbedaan

Walaupun ukurannya sama, ada perbedaan mendasar antara kedua karburator ini. Pertama, saluran untuk menggerakkan skep vakum. Jika CBR lubangnya ada di mulut depan sehingga sirkulasi udara menyedot dari udara yang tersaring di kotak filter.

Sementara milik CS1 sirkulasi udaranya ada di kubah karbu, dan pakai semacam snorkle dengan filter kecil. kalau ditiup snorkle ini bikin skep vakumnya terangkat.

Gambar 2. Karburator CS1 venturi 28 mm dan saluran sinyal vakum ada di belakang kubah karbu.

Karbu CS1 ini mirip di Kawasaki moge tipe ZX 4 silinder (lupa berapa cc). Motor itu pakai ram air (corong udara), jadi biar skep gampang terangkat, snorklenya juga dihadapkan pada corong udara biar tertiup. Jadi zaman jadul, ram air juga bisa diterapkan di karburator dengan fitur snorkle itu. CS1 bisa juga sih dibuatkan ram air dengan mempelajari fitur itu lebih lanjut.

Fitur

Namun sekarang kita fokus pada Karbu CBR, yang harga barunya Rp 1,8 juta (karbu CS1 hanya Rp 800 ribu). Kenapa sih kok mahal? ternyata dia punya saluran peredam racun BBM. di kubah karbu ada selang yang bisa dipasangi sistem tabung penawar racun hidrocarbon, bahasa pabrikan hidrocarbon canister.

Gambar 3. Saluran hidrocarbon adalah yang di belakang karbu dengan selang pendek, selang panjang hanya pernafasan bensin. Credit: M Hadi Natanegara

Fungsinya menyergap uap bensin dari tangki yang sifatnya beracun bagi atmosfer, kemudian dimasukkan dalam tabung khusus (bawaan motor CBR). Di dalamnya ada arang katalisator). Nah, uap bensin itu dimasukkan lagi ke karbu dan dibakar dalam mesin. Jadi hasilnya ganda, selain racun ditawarkan, hasil asupan uap hidrocarbon itu juga bisa dibakar lagi. Jadi macam vapour carburator Tom Ogle (1970) yang memberi tambahan tenaga dan bikin lebih irit BBM.

Tapi di CS1 fitur ini tidak bisa dipasang. Jadi kita biarkan saja selang itu. Jika dibiarkan terbuka, maka karbu bisa dapat tambahan asupan udara bebas. Atau di bypass seperti di gambar. Atau dibuatkan tabung penampung uap bensin bisa memakai tabung “oil catcher” racing yang dijual online. Dibuatkan tabung yeis ya bisa. Coba google tentang “tabung yeis” dan “oil catch tank”. Kreasikan tabung untuk 2 saluran itu.

Yang mana salurannya?

-Di atas Karbu yang pentilnya ngaceng ke atas

-Di mangkok karbu yang pentilnya ngaceng ke bawah

Contoh Kasus

Kehebatan karbu CBR itu muncul setelah dipasang di CS1. Walaupun dibeli seken, dan karbu sudah bulukan, namun kepresisian pengkabutan bisa diacungi jempol.

Awalnya ketika langsung dicolok ke CS1, testimoni si praktisi bersifat keluhan karena brebet. Setelah dianalisis ternyata BBM-nya terlalu boros jadi CS1 gak mampu menerima suplai kabut bensin yang aslinya untuk 150 cc itu, sementara CS1 hanya 125 cc. (CBR pj 38 dan mj 115)

Tukar pj mj CS1  (pj 35 dan mj 108) di karbu CBR itu juga dicoba, ternyata masih gak enak. Akhirnya RYB menyarankan pasang pj mj CS1 plus jarum skepnya juga ditukar. Pasalnya disinyalir beda profil jarum, CS1 lebih gendut di tengah.

Aha, ternyata berhasil, dan rasanya tidak biasa alias lebih superior. Dirasakan respon bukaan gas dan akselerasi sangat cepat dari biasanya. Mungkin karena saluran sinyal vakum skep ada di moncong depan. Praktisi yang awalnya mengeluh, kini malah jatuh cinta pada karbu mahal tapi harga seken itu.

Namun konsumsi BBM jauh lebih boros. Jika karbu standar bisa 40-45 km/liter, kini hanya bisa 35-40 km/liter. Namun memang begitulah karbu racing, mau ngebut harus rela boros.

*Trik Pemasangan

Saluran bensin karburator CBR arahnya ke samping, sehingga sulit diterapkan untuk selang bensin CS1 yang alurnya dari atas ke bawah.

Solusinya yakni dibuat tambahan selang bensin melingkar di luar frame/rangka

Contoh trik selang bensin untuk aplikasi karbu CBR di CS1

Kasus Kontra

Namun ada yang berbeda dari biasanya. Ada pengguna CS1 yang langsung nyomot-colok karbu CBR tanpa ubah apa pun. Dan, ternyata bisa dan katanya sangat menyenangkan performanya.

Lha kok bisa? bingung awalnya. Ternyata RYB berusaha dalami dengan interogasi si pengguna. Jadi dugaan deduktifnya, wilayah dia punya iklim dingin (dekat hutan dan pegunungan). Jadi walaupun ketinggian tempat masih dataran rendah, tapi bisa sangat dingin udaranya.

Keadaan dingin bisa membuat molekul oksigen saling berdekatan, sehingga yang terhirup dalam mesin adalah oksigen yang lebih padat. Maka udara itu siap dan memenuhi jumlah untuk dibakar bersama BBM yang lebih banyak.

Selain itu, RYB juga menduga si praktisi dapat karbu CBR 150 2004. Kabarnya CBR zaman itu pilot jet (pj) yang tersemat masih ukuran 35 (seri selanjutnya pj 38) jadi lebih irit, dan CS1 masih bisa menelan bensinnya menjadi tenaga.

Kasus Unik

Ini kebalikannya, ada yang beli mesin CBR 150 atau pasang halfut CBR 150 di CS1 miliknya. Jadi deh CS1 kapasitas 150 cc, gahar juga ya.

Tapi karna duit cekak, karbu CS1 dipasang ke mesin 150 cc itu. Lha kok lancar jaya, performa ngacir, topspeed gampang dapet walaupun gak sehebat jika pakai karbu aslinya.

Ini aneh juga ya, tapi tetap RYB berusaha analisis sekuat tenaga. Jawabannya yaitu, CBR punya toleransi untuk seting BBM lebih kering. Pj 35 milik CS1 gak masalah buatnya untuk suplai di rpm rendah.

Lalu bagaimana dengan suplai rpm tingginya? itulah yang juga berusaha kita analisa. Kemungkinan karena jarum skep CS1 lebih pendek, jadi saat mesin CBR menyedot ujung jarum bisa terangkat sempurnya sampai hampir keluar diatas nosle, atau mungkin juga sudah di atas nosle. Keadaan itu membuat bensin bebas keluar dengan cepat walaupun mj cuma ukuran 108. Ditambah lagi hisapan mesin DOHC CBR yang begitu kuat. Jadi kemungkinan besar fenomena tersebut yang terjadi.

Itulah sekelumit keajaiban karbu vakum dari klan CBR yang merupakan produk yang didesain Honda Racing Company (HRC). Kadang kita tergiur ganti karbu yang racing seperti PE28 dan PWK28, namun ternyata karbu bawan juga mumpuni karena juga mahal harganya. Semoga analisa ini menjadi tips buat pembaca sekalin dalam menyeting karburator.

*Artikel ini tidak dipasangi iklan. Namun jika ada yang berkenan menyumbang untuk pengembangan website, bisa transfer ke Bank Jatim No Rek 0136057031 an Rahmat Hidayat.

Author: admin

Sanguinis

7 thoughts on “Ajaibnya Karburator Keihin VK28 CBR 150

  1. Kemana saya bisa menghubungi masnya? Saya mau konsuktasi seputar karbu vakum di sonic 125 saya. Saya sangat memohon bantuannya. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *