Misteri PE 28, Sebuah Pertanyaan yang Berulang

Ketertarikan

Saya ketika masih awal mengenal hobi otomotif, tertarik dengan tren upgrade tenaga motor 4 tak menggunakan karburator Keihin PE 28. Dia dipilih karena melegenda menjadi pengkabut BBM Honda NSR 150.

gambar 1. Keihin PE 28 yang dijual di pasaran. Credit Foto: M Hadi Natanegara

Masalahnya

Tapi sejenak saya yang waktu itu sebagai newbie merasa khawatir. Karena beberapa testimoni negatif, dari beberapa pengguna. “Kok saya pakai PE 28 brebet, kadang digas mati,” kata salah satu netizen di forum otomotif. “Knapa gak enak di motor saya, ketika digas ngok,” ujar user lainnya.

Misteri dan Faktanya

Ternyata mereka yang testimoni negatif itu mengaplikasi PE 28 di motor mesin kecil yakni 100-150 cc 4 tak. Sementara suplai BBM standar PE 28 ibarat untuk memberi makan 200-300 cc 4 tak.

Maksudnya? ya maksudnya spuyer (lubang pengecrot) bensinnya besar. Ukuran pengecrot bawaan pilot jet (pj) #42 dan ukuran pengecrot main jet (mj) yakni 152. Bandingkan dengan punya CBR 150 standar yakni pj #38 dan mj #115. Gile…jauh banget kan? Alias super duper gede. Mesin kayak sapi digelonggong jika langsum comot tanpa ubah ukuran spuyer.

Gambbar 2. Pilot jet, main jet, dan jarum pelampung Keihin PE 28. Credit: M Hadi Natanegara

Contoh lainnya Satria Fu 150 Thailand 2004 kalau tidak salah pj #17,5 (setara sekitar pj #38 keihin), dan mj #115. Jika langsung dipasangi PE 28 tanpa ubah pj mj ya langsung brebet, ngok, mengok, atau apalah istilahnya.

Pantas saja user penyemplak PE ada yang testimoni negatif. Ternyata mereka pasang karbu gelonggongan itu dan hanya puter-puter air screw alias setelan angin karbu. Tidak sekalipun mereka beli pj mj baru dan memasangnya agar suplai cocok

Misteri Terpecahkan

Jadi pada bro-bro semua yang suka melakukan oprek mesin, rajinlah mencari info dan referensi tentang pj dan mj. Ternyata ukuran pj mj PE itu sama dengan GL Pro, GL Max, dan Tiger. Dan referensi lainnya menyebutkan mj juga cocok dengan Satria FU.

Ada Dalil Umum: Jika pasang PE 28 di motor 4 tak cc kecil ubahlah pj mj nya. Cari ukuran yang pas. Disarankan jarum skep juga ganti, karena bawan PE itu jarumnya khusus 2 tak. Pilihan jarum skep bisa pakai GL Pro, Tiger, atau jarum racing kode JJH (beli di toko part racing, ol shop).

Dalil Khusus: Pada CS1 yang notabene mesin stroke pendek, overbore, dan/atau high revving (rpm tinggi) beberapa testimoni malah minta jarum bawaan PE28. karena bentuknya gendut di awal dan runcing di ujung.

Selaras dengan konsep: “Eee…karena itulah saya biasanya menyarankan untuk mesin tipe high revving seyogianya gak pake Pilot jet besar. Malah pakailah pilot jet kecil.
Sementara main jet pakailah yang besar,…
kecuali udah ada ubahan noken as, kelistrikan, dan knalpot/filter”

Gambar 3. Jarum skep GL Pro, skep PE, dan per skep besera tutupnya. Credit: M Hadi Natanegara

Dan perlu diketahui di pasaran itu gak saklek satu ukuran yang dijual. Banyak pilihan ukurannya. Biasanya karbu besar gitu mj tersedia dari ukuran 100, 102, 105, 108, …., 200-an. Sementara pj tersedia di pasaran dari ukuran 35, 38, …,50-an.

gambar 4. Contoh spuyer, pj itu yang panjang, dan mj itu yang kecil pendek. Lalu di sebelah kiri atas itu 2 jarum skep yang berbeda

Mungkin bagi yang awam banget saya ajarin cara belinya. Pergi ke toko spare part/toko variasi biasanya di pinggir jalan raya, biasanya sekaligus punya bengkel di halaman tokonya. Bilang: “Om/tante saya mau beli spuyer pilot jet ukuran (sekian), dan beli spuyer main jet ukuran (sekian), untuk karbu Tiger atau GL Pro”. Ingat jangan bilang untuk karbu PE ke toko kecil, kecuali dia toko besar yang jual part racing, karena mereka biasanya bingung gak ngerti apa itu PE.

Tips Do It Yourself (DIY)

Tips, biasanya untuk motor 100-115 cc kebutuhan mj 90-105, sementara pj menyesuaikan jangan berlebihan. Bagi motor 120-140 cc kebutuhan umumnya mj 105-112, pj menyesuaikan. Sementara kapasitas 150-200 cc kebutuhan sekitar mj 115-125, pj menyesuaikan.

Bagi mesin di bawah 150 cc lebih baik atau seyogianya pakai venturi 26 atau 24 alias PE 26 atau PE 24. Karena kalau pakai PE 28 bakal ngook atau pengkabutan kurang deras jadi susah setingnya.
Ya, kecuali untuk CS1 dan Sonic 125, karena dia mesin stroke pendek overbore kompresi tinggi jadi masih kuat menyedot venturi besar. Dan bawaannya memang Karbu Keihin AVK 28.

Contoh Kasus CS1

Tips khusus misal kita punya motor Honda CS1, jika pakai karbu PE cukup beli repair kit karbu GL Pro. Maka kita akan dapat pj 38 dan mj 108, jarum skep gendut, serta printilan lainnya. Itu sip banget ketika kita instal pj, mj, dan jarum skepnya karena standar cs1 itu pj 35 dan mj 108. jarum skepnya GL Pro juga cocok bagi motor 4 tak, jadi lebih gampang nyetingnya.

Namun jika kamu orang yang rajin dan punya jiwa pencari yang tinggi kamu harus cari ukuran pj 35 dan mj 110. Ingat di toko part umum nyarinya, juga bisa di bengkel besar atau toko variasi motor.

Kenapa pj 35 dan mj 110 untuk CS1? karena itu ukuran idealnya untuk sebuah mesin overbore-stroke pendek standar CS1. Selalu akan jago jika dikasih pj kecil daj mj besar.

Berikut tingkatan jetting CS1:

1. Semua Standar: pj 35 dan mj 110

2. Standar filter racing kerucut/jamur: pj 35 dan mj 112

3. Standar filter racing kerucut-leher knalpot stainless: pj 38 dan mj 115

4. Standar filter racing kerucut-knalpot racing: pj 38 mj 118

5. Standar open filter-knalpot racing: pj 38 dan mj 120

6. Standar open filter-velocity stack-knalpot racing: pj 38 dan mj 122

7. Standar open filter-velocity stack-racing CDI-knalpot racing: pj 35 dan mj 130 , air screw 4 putaran ke kiri.

*ini hanya sebagai pedoman awal, pada praktiknya pasti butuh koreksi. Entah itu diturunkan ukuran pj atau mj, atau malah dinaikkan ukurannya

Ayo Kita Majukan Otomotif Indonesia

Harapan penulis, buat bro-bro semua, marilah kita menjadi generasi Indonesia yang mau “memaksakan” diri belajar. Agar kita menjadi bagian dari kemajuan bangsa dan negara ini. Jangan menyerah dengan suatu setingan atau tunning mesin, itu salah satu pembuktian bahwa kita orang yang mau berusaha. Sarannya jangan berlebihan, jangan cari nilai maksimal, tapi carilah nilai optimalnya. CMIW

*Artikel ini tidak dipasangi iklan. Namun jika ada yang berkenan menyumbang untuk pengembangan website, bisa transfer ke Bank Jatim No Rek 0136057031 an Rahmat Hidayat.

Author: admin

Sanguinis

26 thoughts on “Misteri PE 28, Sebuah Pertanyaan yang Berulang

  1. Gan satria saya kok pake pe28 putaran bawah kalo gas nya disentak/ spontan langsung kosong ya? PJ 40 MJ 115

  2. Klo buat megapro enakan pake mj pj berapa klo pake karbu pe 28
    Klo pake mj pj bawaan setingannya susah

  3. Disatria Fu saya ubahan bubut noken as CDI smash seher diameter 62 karbu p.e rede it mj nya 45 pj120 hasil e bawahe kok brebet ya bahan bakar e kok agak boros ya diganti berapa ya

  4. Gan punya saya Thunder 125 pake pe28, bore up jadi 150 cc, noken as papas, porting polish, mj 115, pj 38… Tapi setelan angin maunya cuma max setengah putaran, itu kenapa ya gan? Apa mj kurang gede?

    1. kalo porting polish pj minta gede…
      kecuali kompresi dinaikkan…
      itu pjnya minta gede.

      nanti kalau pj gede, lalu brebet pindah rpm atas, brarti mj minta turun

      1. Kemarin pj udah ane naikkin gan dari 38 ke 42, tapi tenaga masih nahan dan kalo mesin idle ane hentak gas ada kosong/ngok.Apa perlu naikkin pj nya jadi 45 ya?

        1. main jarum berarti. pakai jarum skep GL Pro dan Tiger. cobain 2 jarum itu biasanya ampuh bagi PE di 4 tak. ingat PE itu 2 tak sebenarnya

  5. Bang nouvo saya pakai karbu pe 26, pj mj bawaan pe 26. Di gas kaget ngok gitu. Biar normal ukuran pj mj yg pas kaya pakai karbu vakum gimana ya? Soalnya harga karbu nouvo standar mahal bgt

  6. Punya temen saya satria f pake pe 28 irit e gan kok bsa yah? Katanya kalau sesuai spek mesin / kemauan mesin settingnya pas bsa irit

    1. iya kalau terbaca irit kan berarti power kecil. dia minum sesuai kebutuhan. Nah kita malah memaksa dia supaya boros gimana pun caranya. karena kalau dia minum banyak power besar.
      Itu satria fu Irit kayaknya tipe terbaru ya yang batok barongsai atau sesusahnya.
      dia itu pengapiannya kecil dan knalpotnya terlalu mampat

  7. Tapi knpa punya sya msh ajh GK ktmu malah ny aph pj MJ udh ganti pke punya Tiger tpi d.rpm ats ny brebet GK ad tenaga terus coba ganti pke MJ FU TPI msh ajh rpm atasnya SMA brebet

    1. Om motor saya Fu udah sesuai arahan tak kasih mj 115 dan pj 38 di karbu PE28 , pake jarum skep gl pro .
      Tp kok malah mrebet / setelan basah bgt ya ?
      Putaran air screw pake berapapun sama aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *