Logika Mesin Paralel V, Contoh Kasus V10, Mengapa Populer?

tags: v10, engine, paralel cylinder, multi cylinder

Saya melihat video dan beberapa review bahwa mobil Audi R8 V10 itu sangat powerfull di jalanan maupun balap. Ternyata dia menggunakan mesin yang sama dengan lamborghini yakni V10 FSI. Namun informasi di internet sangat pelit. Saya coba cari tentang mekanisme kerja mesin itu tidak ada. Bahkan animasi saja sulit. Namun tetap tidak menyerah, saya coba cari foto mesin itu di internet. Dan akhirnya mengerti mengapa dia sangat powerfull. Letaknya ada di bentuk kruk as.

Mengapa Konfigurasi V Populer?

Ini berdasarkan analisa pribadi, saking dari pelitnya orang barat ngasih informasi. Kalau nanti ada yang dermawan tolong koreksi tulisan ini. Rahasianya ada di kruk as setelah liat di wikipedia, sama seperti ducati. kruk as bentuk V 90 derajat alias siku siku. Bisa juga diperspektifkan sebagai L.

Setiap hentakan dorong dari piston bersifat menghujam miring tidak menghujam lurus. Maka setiap kali menghujam ditahan oleh kruk as yang berlawanan posisi (miror 90 derajat). Apa istilahnya? apakah betul itu artinya gerak ke arah gradien atau gerakan tangensial

Jadi gerakannya otomatis kena “penyeimbang” dari gerakan yang lain. Maka konfigurasi seperti ini tidak membutuhkan balancer tambahan karena setiap bagian berfungsi sebagai penginisiasi gerak tapi juga berperan sebagai balancer.

Ada Efek Gerak Miring Berganda

Sudah kan si stang seher konfigurasi V 90 derajat, artinya dia udah bikin gerak miring. Nah ternyata di mesin 10 silinder ada 5 konfigurasi V 90 derajat jadi 1 (lihat link gambar). Kruk as yang menahan mereka ternyata zig-zagnya 90 derajat (umumnya 180 derajat) atau disebut crossplane.

Jadi sudah V 90 derajat, masih juga zig zag 90 derajat. Artinya bisa dianggap ada gerak miring berganda.

Kesimpulannya?

Kerja kruk as, big end, dan pen seher lebih ringan. Bahkan ada dua faktor yang meringankan kerja. Namanya ringan kerja berarti sanggup dipaksa untuk diberikan tekanan lebih berat dua kali lipat. Maka dari itu pabrikan lebih berani nyeting mesin dengan kompresi tinggi, pengapian sangat advance, berani juga karakter mesin stroke panjang tapi putaran mesin dibuat tinggi. Hasilnya yakni mesin yang sangat bertenaga tapi lebih awet digunakan di jalanan.

Bayangkan, Audi R8 V10 itu bisa mencapai topspeed 318 km/jam.

Saya lihat Honda RCV 213 moto gp juga pakai V90° empat silinder. Namun kruk as 360°. Ini setingan agresif, untuk ngimbangi stroke pendek. 360° menyumbang akselerasi lebih baik, stroke pendek menyumbang faktor topspeed, konvigurasi V menyumbang ringan kerja

Semoga bermanfaat

*Artikel ini tidak dipasangi iklan. Namun jika ada yang berkenan menyumbang untuk pengembangan website, bisa transfer ke Bank Jatim No Rek 0136057031 an Rahmat Hidayat.

Author: admin

Sanguinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *