Fashion Show Karya Disabilitas

img_20170103_092000

Para siswa SLB Dharma Asih Kraksaan tampak antusias melukis diatas media baju kaos yang nantinya akan diperagakan oleh para model dalam fashion show di SL Park 8 Januari mendatang.

Melihat Siswa SLB Melukis Kaos Untuk Dijadikan Pakaian Fashion Show Para Model

Panitia Dan Peserta Berkomunikasi Bahasa Isyarat Berbagi Inspirasi

Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Asih Kraksaan mendapatkan kejutan menyenangkan hari itu. Pasalnya ada relawan yang menamakan diri C-Idea (Cek Idea) yang datang untuk mengajak mereka berekspresi seni lukis diatas media baju kaos. Relawan itu berkeyakinan bahwa kreatifitas seni para penyandang disabilitas punya keunikan tersendiri.

Oleh: Rahmat Hidayat

Para relawan itu adalah Hj. Hakimudin, Sri Wulandari, Ana Fathanah, Ebiem Krisna, Abdul Munir, Yofin Aprilia, Ayu, Andzil, Rini, dan Fitrotun. Setelah berkordinasi dengan Kepala sekolah SLB Dharma Asih yakni Isa Abib Yakub para relawan langsung menggelar workshop pembuatan kaos lukis.

Pagi itu cuaca sedang cerah, para siswa berkumpul di pendopo sekolah untuk menerima materi seputar fashion dan teknik melukis sederhana. Mereka tampak duduk dengan teratur, penasaran dengan ilmu yang dibawa orang-orang yang baru mereka lihat itu.

img_20170104_081240

Ana Fathanah dan Sri Wulandari bergantian menjelaskan teknik melukis dan pencampuran warna dengan dibantu Vivid Ambarwati Guru SMPLB dan Megawati guru SMALB Dharma Asih.

Para guru membantu menerjemahkan dengan bahasa isyarat bagi siswa tuna rungu. Ternyata mereka yang merupakan siswa tingkat TK, SD, SMP, dan SMA di SLB Dharma Asih sangat antusias. “Mereka senang diajak acara gambar ini, tapi mereka sempat ragu dan tidak percaya diri, karena katanya biasa menggambar di kertas saja belum pernah di atas kain apalagi berbentuk kaos,” kata Vivid Ambarwati Guru SMPLB menerjemahkan bahasa isyarat siswa.

img_20170104_081226

Saatnya berkreasi, kaos putih, kuas, cat dan perlengkapan pendukung pun dibagikan. Mereka langsung riuh rendah, saling berintersksi dan berkomunikasi satu sama lain suasana itu mengindikasikan mereka amat senang. Ada yang ragu, ada yang bingung, tapi tetap bersemangat sehingga mereka banyak bertanya pada guru. Tentunya bagi penyandang tuna rungu bertanya menggunakan bahasa isyarat.

Siswa bernama Mohammad Abi Darda penyandang Tuna Graita yang saat ini pendidikan TK ternyata lebih dahulu memulai. Siswa asal Besuk  itu melukis abstrak dengan kombinasi warna yang disuka. Sama dengan Riski Kartiansyah Putra penyandang Autis yang saat ini sekolah tingkat TK. Siswa asal Patokan Kota Kraksaan itu juga mengkombinasikan garis-garis berwarna.

Panitia mewawancara salah satu siswi Tuna Rungu dibantu guru. Windi Agustiningsih siswi asal Paiton yang saat ini di tingkat SMP menjelaskan secara bahasa isyarat. “Ini gambar rumah dan pohon serta bunga-bunga disekitarnya, akan saya kombinasikan dengan warna kesukaan saya yakni biru, merah, dan ungu,” kata Windi dalam bahasa isyarat. Dia juga mengekspresikan agak bingung harus melanjutkan harmonisasi untuk gambar itu. Keriuhan siswa lainnya pun berlanjut, ada yang minta difoto bersama karyanya.

Menurut salah satu panitia Rini Agustin saat kegiatan lukis baju para siswa sangat bersemangat mengkombinasikan warna sesuai arahan. “Dan Alhamdulillah terwujud sesuai dengan konsep awal kami yakni ingin memfasilitasi ekspresi kreatifitas mereka dalam bentuk karya lukisan kaos ini,” jelas Rini.

Ternyata hasil kreasi siswa Difabel itu tidak hanya selesai begitu saja. Hal itu dijelaskan Ketua Panitia Workshop dari Relawan C-Idea Ana Fathanah yang mengatakan acara itu bersifat sosial dan ada rangkaian acara. “Merupakan rangkaian event Fashion Show Karya Disabilitas. Event dimulai dari worksop pembuatan kaos lukis oleh siswa SLB Dharma Asih. Nanti 8 Januari 2017 karya mereka akan dipakai para model untuk diperagaan dalam fashion show di SL Park,” ujar Ana.

Sementara, Kepala SLB Dharma Asih Kraksaan Isa Abib Yakub menjelaskan bahwa pihaknya senang para siswa bisa mengekspresikan karya seninya dengan natural dan unik. “Ini gelaran kreatifikas disabilitas yakni membuat baju melukis untuk kemudian dipamerankan melalui fashion show. Kami mendukung karena ini dalam rangka mengekspresikan dan mensosialisasikan karya anak disabilitas pada masyarkat luas. Anak-anak sangat senang dan antusias dan ternyata mereka bisa menghasilkan karya yang bisa dibanggakan,” kata Isa.

img_20170104_125238

Berikut adalah Video Trailer kegiatan C-idea. Mulai dari proses pembuatan kaos lukis oleh siswa SLB sampai fashion show kaos lukis yang dipergakan para model. #Credit to Ubed (Moh Ubadah Muktafi Billah)- Jl A Yani no 27 Sidomukti Kraksaan Probolinggo. Ig @embedexx

Dan berikut adalah video Full Version. Credit to Dicko Wicahyo www.kraksaan-online.com

Author: admin

Sanguinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *