Upgrade Mesin Tanpa Ubah Jeroan

(*) Beberapa bikers ada yang konservatif, yakni sayang dengan motornya takut rusak jika modifikasi jeroan. Namun ingin kencang, bagaimana?

(**) Beberapa bikers ada yang all out, tapi belum lengkap pengetahuannya, Sehingga upgrade jeroan seperti bore up. Namun demikian efek berantainya kurang perhitungan sehingga jebol ketika digeber

IMG_20161227_085252.jpg

Gambar 1. Kegagalan mekanis akibat bore up, penggunaan klep besar, dan CDI unlimiter. Klep telat naik di rpm tinggi sehingga tertinju piston. Karena klep yang dipakai terlalu berat dan besar, tanpa ubah pegas (per klep) yang lebih besar. Catatan: jika standar pun, pemakaian CDI Racing harap diberi limiter setidaknya tidak jauh dari limiter standar. contoh CS1 masih bisa aman sampai sekitar 12.000 rpm (limiter di 11.250 rpm). Tapi ada yang memberikan testimoni bahwa aman sampai 13.000 rpm

Terkait bikers yang ingin meningkatkan performanya. sebaiknya jangan tergiur dulu dengan mengubah jeroan. misal: piston jenong, noken as racing, bore up, stroke up.
ternyata kurang mengerti efek samping berantainya. jadi banyak gagal modif dan motornya rusak.
Demi mengusung konsep konservatif seperti yang diungkapkan para sesepuh motoGP (bercanda, hehe) kita upgrade performa tanpa ubah jeroan.

(***) Ini saya contohkan di Honda CS1. Namun logika ini sebenarnya sama dengan motor lain.

Kenali dulu bahwa CS1 itu mesin high rev potensi tinggi. #High rev adalah mesin langkah pendek yang tenaganya muncul maksimal di putaran mesin tinggi (orang kita lumrah dengan istilah overbore). Cuma dia dikebiri oleh suplai bbm miskin, sistem pengapian jinak, knalpot mampat.
maka kita buka saja kunci itu, bebaskan CS1 nya. Perlu diketahui CS1 adalah satu basis dengan mesin CBR125 dan Sonic 125

(****) Langkah-langkah. Ini sebenarnya dikenal oleh para tunner sebagai tiga pilar performa. Mungkin bahasa awamnya: Boros, Berkobar, dan Plong.

1) BBM diboroskan dengan karbu PE 28. Dengan open filter salah satu praktisi menyarankan pj 35 dan mj 125 untuk CS1. Motor lain silahkan cari nilai efektifnya. Motor injeksi atur dengan alat bernama “Piggy back atau ECu Racing” cari nilai efektifnya.

(2)Berkobar yakni pengapian CDI digantu CDI Racing/ECU Racing/Piggy Back. Misal di CS1 mau instan pakai CDI BRT. Kemudian Koil belikan yang racing juga misalnya untuk motor karburator koil YZ125. Karna koil itu lecutan listriknya kurus (membuat ganas putaran atas) dan voltasenya besar daripada koil standar

(3) Plong, bisa pakai knalpot racing. Menghindari pak polisi bisa ganti leher knalpot saja dengan pipa stainless las argon/las cacing. silincer bisa Satria Fu.

secara umum saran untuk Honda CS1:
Pe 28 pj35 mj 120 (filter cone racing) atau pj35 mj125 (open filter velocity stack).
cdi chetah/rextor manual map diser 36-39 °btdc (map standar 34° btdc), cdi instan BRT dual band tipe TR
leher knalpot las cacing-silincer standar (silincer bobok)
koil Yamaha YZ125

Kesimpulan Sedih:

Durabilitas?
iya, potensi overhaul lebih cepat(tidak bisa dihindari). Tapi overhaul yang gak sadis, palingan keausaan part sehingga memang saatnya diganti. namun mencegah kegagalan kerusakan mekanis yang lebih parah seperti klep patah, overheat, coolant bocor, bahkan totaled (hancur).

Kesimpulan Senang:

Topspeed yang diraih bisa dimaksimalkan untuk CS1 sampai 140 km/jam jika setingan tepat dan optimal. Standar CS1 topspeed 128 km/jam. “Saya gak suka ngebut sampe segitu” Ya tetap dapat manfaat karena akselerasi dari 40-90 km/jam sangat cepat, menggembirakan untuk fun ride atau turing

cmiw

Author: admin

Sanguinis

2 thoughts on “Upgrade Mesin Tanpa Ubah Jeroan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *