Upgrade Topspeed, Reduksi Berat Atau Ringan?

IMG_20161121_055525.jpgSalam Revving

Topspeed tinggi nampaknya selalu diharapkan oleh para bikers untuk motornya. Namun seperti apa kita mengupayakannya. Kita akan selalu memakai pendekatan teori deduktif untuk membahas ini. Teori ini lebih dikenal sebagai Teori Deduktif Sherlock Holmes karena memang tokoh detektif itu yang sering memggunakannya.

(I) Ada dua cara untuk meningkatkan topspeed yakni memperberat reduksi dan memperingan reduksi. (+)Memperberat reduksi yakni dengan (1) memperbesar gir depan, atau (2) memperkecil gir belakang, atau lebih ekstrim (3) memperbesar gir depan plus memperkecil gir belakang. (-) Memperingan reduksi yakni kebalikan dari kaidah-kaidah tadi.

Memperberat reduksi adalah yang paling mainstream dipikirkan para bikers. Namun sayangnya seringkali upaya itu gagal diterapkan pada motor standar. Kenapa? nanti dibahas di bawah.

(a)Memperingan Reduksi.

Kok bisa nambah topspeed dengan memperingan reduksi? Kita lihat sebuah contoh kasus.

Kasus Honda CS1

Dengan menggunakan sproket (gir) standar 14-42 biasanya topspeed terjebak di kecepatan 120-128 kpj (tergantung bobot bikers)

niscaya bisa lebih dari 128 km/jam jika pakai gir belakang 43 atau 44.
gir 43 bisa pakai punya satria fu (lubang baut dibubut, disesuaikan)

mengapa? karena “seandainya kondisi tanpa beban” potensi standar cs1 itu adalah 140 kpj. tapi secara real (riil) kan mesin gak mampu melawan beban dan hambatan itu.

jadi secara umum jika gir 43 akan mengurangi potensi jadi 135 kpj. jika gir 44 akan mengurangi potensi jadi 130 kpj.
tetapi secara real di lapangan akan lebih mudah tercapai karena lebih “kuasa”.

(b) Memperberat Reduksi.

Kasus di CS1 dan beberapa motor jepangan lainnya gigi terakhir. misalnya gigi 5 di cs1, gigi 4 di supra menganut rasio jauh atau yang disebut overdrive. Rasio jauh bayangkan kita pindah gigi dari gigi 3 langsung ke gigi 7 (kan jauh hehe) kira kira semacam itulah. Overdrive yakni seperti anda mengayuh sepeda gunung atau biasa disebut sepeda federal itu dioper pada pengayuhan yang paling berat sehingga sekali mengayuh anda bisa dapat speed cukup untuk melahap jarak yang jauh sehingga anda santai mengayuh.

Itulah sebenarnya yang membuat kegagalan meraih topspeed jika pakai setingan reduksi berat. di CS1 dengan sproket standar 14-42 saja ada yang mengalami drop speed (penurunan kecepatan) saat pindah gigi dari 4-5. “Kecepatan 110 kpj di gigi 4 bisa drop ke 100 kpj di gigi 5”.

Bagaimana jika cs1 diganti gir 14-36? ternyata testimoninya gak kuat nanjak, gigi tidak terpakai karena begitu masuk gigi 5 speed tambah drop.

Di kasus yang sudah upgrade tenaga mesin, muncul masalah stressing part. gir depan jadi ompong kena stress, ada yang kopling oblak, bahkan gir primer rompal.

Sepertinya reduksi berat ini berhasil jika mesin upgrade, part yang kuat, dan bobot super ringan. kalau dilihat setingan itu ada di moto gp ya? tenaga 250+ daya kuda, katanya bobot honda rcv pernah cuma 120 kg (lalu dilarang regulasi, harus dinaikkan bobotnya). Makanya kok berani gir belakangnya relatif kecil.

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya lebih disarankan memperingan reduksi bagi motor standar. Yang umum dipakai yakni memperbesar gir belakang 2 mata (kasus cs1 dari gir42 ke 44). Reduksi berat tidak disarankan karena bisa punya efek negatif membuat drop speed di transmisi gir persneling overdrive dan terjadi stressing part.

Sebagai blogger newbie kami sampaikan CMIW (correct me if wrong).

Wassalam Revving

Author: admin

Sanguinis

6 thoughts on “Upgrade Topspeed, Reduksi Berat Atau Ringan?

  1. Selain memperbesar ukran gear belakang, bisa juga memperkecil gear depan kan?
    Saya biasa makek gear depan kecil dan belakang besar di sepeda kayuh

  2. Kasus overbore slalu sama kalau pabrikan jepang ya,, gigi trakhir overdrive. Berarti kasus juga sama dengan cb150r sf bang?gigi 6 overdrive,dan untuk mengatasinya harus memakai gigi 46 atau 47?

  3. anjay :v mendarat untuk kali pertama di blognya suhu :v

    kritik pedas langsung hu… maaf. kosakata semacam teori deduktif jangan dipake… kadang orang yang gagal paham atau iq cetek gak bisa mencerna itu kata kata haha… saya sendiri paling abis ini gugel.

    terusin nulisnya ya om. 😀 bakal jadi langganan setia nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *